BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin menggelar Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) ke-2 dengan mengusung tema “Meneguhkan Peran MUI Banjarmasin sebagai Pemimpin Umat dan Mitra Pemerintah”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan program kerja serta rekomendasi keumatan demi kemajuan Kota Banjarmasin.
Sekretaris MUI Kalimantan Selatan, H. Nasrullah AR, berharap MUKERDA kali ini mampu menghasilkan banyak rekomendasi konstruktif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Banjarmasin yang religius dan berberkah.
“MUKERDA ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum rutin, tetapi benar-benar melahirkan rekomendasi yang aplikatif demi kemajuan Kota Banjarmasin,” ujar Nasrullah.
Ia menegaskan, salah satu peran penting MUI adalah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menekan berbagai bentuk kemaksiatan yang berdampak negatif terhadap kehidupan sosial dan moral masyarakat.
“MUI bersama pemerintah harus turut andil menekan segala bentuk kemaksiatan, agar Banjarmasin tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkah secara spiritual,” tegasnya.
Nasrullah juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah memiliki keberanian dalam mengambil kebijakan tegas, termasuk menutup tempat-tempat hiburan yang dinilai berpotensi menimbulkan kemudaratan, meskipun sektor tersebut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami berharap ada keberanian dari pemerintah untuk menutup seluruh tempat hiburan, walaupun dari sektor pajak menghasilkan PAD yang cukup besar. Keberkahan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata Nasrullah.
Sementara itu, Ketua Panitia MUKERDA II MUI Banjarmasin, H. Muhlidi Sulaiman, mengatakan seluruh masukan, pandangan, dan hasil pembahasan dalam MUKERDA ini akan dirangkum menjadi rekomendasi penting yang selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Semua masukan yang dihasilkan dari kegiatan ini akan menjadi rekomendasi penting dan resmi MUI Banjarmasin untuk disampaikan kepada Pemkot Banjarmasin,” ujarnya.
Menurut Muhlidi, terdapat sejumlah persoalan urgen yang saat ini dihadapi kota-kota besar, termasuk Banjarmasin, yang memerlukan perhatian serius dan sinergi lintas sektor.
“Ada beberapa persoalan mendesak yang kita hadapi bersama, di antaranya upaya menurunkan angka HIV/AIDS serta fenomena LGBT yang saat ini cukup meresahkan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui MUKERDA II ini, MUI Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai pemimpin umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga moral, akhlak, dan ketenteraman kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin. (Hen)
