Pilih Reses Malam, H.M. Faisal Hariyadi Terima Banyak Aspirasi Warga

Banjarmasin - Reses perdana tahun 2026 yang digelar anggota DPRD Kota Banjarmasin  HM Faisal Hariyadi, di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (3/4/2026) malam.

Dipadati aspirasi warga, tak kurang dari 200 konstituen, hadir dalam rangkaian reses di empat titik, dengan berbagai persoalan krusial mencuat ke permukaan.

Faisal mengungkapkan, sengaja menggelar reses pada malam hari, agar memiliki waktu lebih panjang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal.

“Tidak ada momentum khusus, hanya saja kalau malam waktunya lebih panjang, jadi aspirasi warga bisa lebih banyak kita dengarkan,” ujar Sekretaris DPW PAN Kalsel ini, usai kegiatan di kediamannya, Jalan Pulau Laut, Banjarmasin Tengah.

Dalam reses tersebut, Faisal memberikan perhatian serius, terhadap kondisi Kampung Ketupat yang dinilai kian memprihatinkan. Warga mengeluhkan kawasan tersebut yang nyaris terbengkalai dan tidak terawat.

“Ini harus segera dibenahi. Paling tidak pagar yang ambruk segera dibangun ulang. Jangan sampai ikon daerah malah terlihat kumuh,” tegasnya.

Ia juga mendorong, agar Kampung Ketupat dapat difungsikan, sebagai ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya untuk kegiatan seni dan budaya. Bahkan, Faisal mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin, agar segera mengambil alih pengelolaan, dari pihak ketiga yang dinilai tidak menjalankan kewajibannya.

“Banyak kewajiban yang tidak terlaksana. Ini indikasi wanprestasi. Pemko harus tegas mengambil alih,” ujarnya.

Tak hanya itu, persoalan pelayanan kesehatan juga menjadi sorotan. Faisal menerima banyak keluhan, terkait minimnya pemahaman kader Posyandu dalam menggunakan peralatan yang telah diberikan.

“Peralatan ada, tapi tidak dibarengi dengan pelatihan. Akibatnya kader kebingungan. Ini harus dibenahi dengan edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan,” katanya.

Di sektor jaminan kesehatan, Faisal menekankan, pentingnya pembaruan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan agar lebih tepat sasaran.

“Jangan sampai warga yang berhak justru tidak tercover. Ini persoalan serius yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi, sikap petugas pelayanan yang dinilai kurang ramah dalam melayani warga. Bahkan, ada warga yang mengaku disarankan beralih ke BPJS umum, saat mempertanyakan status kepesertaan PBI.

“Ini tidak boleh terjadi. Petugas harus lebih santun dan solutif dalam melayani masyarakat,” tandasnya.

Menutup kegiatan reses, Faisal mengingatkan masyarakat untuk tidak lelah menyampaikan aspirasi. Ia memastikan seluruh usulan telah tercatat secara administratif, meski belum semuanya dapat direalisasikan dalam waktu dekat. (hen)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال