Kotabaru – UPTD Puskesmas Sebatung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, menghadirkan inovasi digital bertajuk Lentera Saijaan (Layanan Edukasi Terpadu Kesehatan) sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer di tengah masyarakat.
Program berbasis website ini dirancang untuk memberikan akses informasi kesehatan yang mudah, cepat, dan terintegrasi. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan edukasi kesehatan sekaligus terhubung dengan sejumlah tautan penting, seperti Microsite Promkes, Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Satu Sehat, DFO Yankes, hingga layanan skrining mandiri.
Pengelola program dari Tenaga Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Sebatung, Yani Aryanti Widyastuti, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa Lentera Saijaan tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan kader dan peningkatan partisipasi masyarakat.
“Melalui inovasi ini, edukasi kesehatan menjadi lebih merata, peran kader semakin optimal, dan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pulau Laut Sigam, Rakhmansyah, S.Pd,MM menyampaikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Ia menilai kehadiran Lentera Saijaan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses informasi dan layanan kesehatan secara cepat dan efisien.
“Lentera Saijaan merupakan inovasi yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan akses informasi dan pelayanan kesehatan secara cepat, mudah, dan terintegrasi. Ini juga memperkuat upaya promotif dan preventif demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, inovasi berbasis digital seperti ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin akrab dengan teknologi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Program Lentera Saijaan resmi diluncurkan pada 9 Desember 2025 di UPTD Puskesmas Sebatung. Dengan pendekatan digital, inovasi ini diharapkan mampu mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih efektif, merata, dan berkelanjutan di wilayah Pulau Laut Sigam. (Ans)
