Banjarmasin - Keluhan masyarakat terkait menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan yang dinilai tidak sesuai standar mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Banjarmasin.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan bahwa kualitas nutrisi MBG kering yang dibagikan kepada pelajar harus tetap setara dengan MBG basah yang diberikan pada hari biasa.
Ia secara tegas mengarahkan pihak SPPG di Kota Banjarmasin agar tidak menurunkan standar gizi hanya karena adanya perubahan bentuk penyajian selama Ramadhan. Menurutnya, esensi dari program MBG adalah pemenuhan kebutuhan gizi siswa, sehingga tidak boleh dijalankan secara seadanya.
“Terkait hal tersebut, Ketua Komisi IV, Neli Listriani tegas mengarahkan pihak SPPG di Kota Banjarmasin agar bisa menyesuaikan nutrisi dan gizi MBG kering di bulan Ramadhan tetap sama dengan MBG basah di hari biasa,” demikian penegasannya.
Neli menambahkan bahwa perhatian serius dari penyelenggara program sangat diperlukan agar tujuan pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi pelajar benar-benar tercapai secara optimal.
“Ya, jadi kita meminta SPPG tetap menyesuaikan gizi dan nutrisi MBG di Ramadhan ini tetap sama seperti hari biasa. MBG Ramadhan sekarang kan kering, namun nutrisinya harus tetap sama dengan MBG basah.” ujar Neli.
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun, menu MBG kering yang diterima siswa saat ini bervariasi, mulai dari satu butir telur rebus, sebungkus roti, satu jenis buah, hingga kacang-kacangan. Namun, komposisi tersebut dinilai masih perlu dievaluasi agar benar-benar memenuhi standar gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah.
DPRD berharap adanya evaluasi dan penyesuaian segera dari pihak terkait, sehingga program MBG tetap berjalan efektif, tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang pelajar selama bulan Ramadhan. (hen)
